FK UPI Gelar FGD Bersama Dirjen Dikti dan Direktur Sumber Daya Ditjen Kemendikbudristek

Bandung, UPI

Sebagai fakultas baru, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) harus banyak belajar, tetap semangat untuk melakukan benchmarking dengan FK-FK yang terlebih dahulu eksis dan mengoptimalkan sinergi dengan rumah sakit mitra.

Kata kuncinya adalah tetap kita harus menjaga kualitas dan terus memperbaiki seluruh fasilitas agar semua standar fasilitas pendidikan Fakultas Kedokteran bisa terpenuhi.

Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., dalam sebuah wawancara usai melakukan Focus Group Discussion (FGD) Orientasi Pengembangan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia dalam Menciptakan Dokter dengan Keungulan Sport Medicine (Kedokteran Olahraga) di Ruang Conference lantai 3 Gedung Fakultas Kedokteran UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Jumat (26/4/2024).

Prof. Abdul Haris kembali menegaskan bahwa hal tersebut harus dilakukan, karena ke depannya akan diukur melalui akreditasi. Dikatakannya,”Kami sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan FK UPI, semoga seluruh sivitas akademika FK UPI terus semangat untuk memperbaiki diri untuk menuju standar minimal Fakultas Kedokteran yang harus dipenuhi.”

Saat ini, ujarnya lagi, Fakultas Kedokteran UPI sudah mendapatkan akreditasi, namun statusnya masih harus dinaikan untuk menjadi unggul sebagai target utamanya. Berdasarkan hasil peninjauan terhadap fasilitas yang dimiliki FK UPI, kami mengapresiasinya, walaupun statusnya adalah fakultas baru dengan jumlah mahasiswa yang kami batasi hanya 50 orang mahasiswa.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt.) Dekan Fakultas Kedokteran UPI dr. Hamidie Ronald Daniel Ray, M.Pd., Ph.D., AIFO, menjelaskan bahwa berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia lahir pada tahun 2023, tentu saja memerlukan arahan-arahan, khususnya untuk pengembangan FK UPI.

“Kita menyadari bahwa FK UPI masih baru, namun demikian, Rektor UPI berpesan agar FK UPI harus bisa menjadi Pelopor dan Unggul (Leading and Outstanding) sesuai visi UPI,” ungkapnya.

Leading and Outstanding bukan berarti menjadi FK yang mengalahkan FK-FK sebelumnya, ujarnya, tetapi melalui keunggulan-keunggulan dalam bidang sport medicine (kedokteran olahraga) ini kita menjadi FK unggulan.

“Oleh karena itu, kita memerlukan arahan-arahan dari Pak Dirjen agar penyelenggaraan pendidikannya tepat sasaran dan memenuhi keinginan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Kesehatan,” tegas dr. Ronald.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Sumber Daya, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed., Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, kemudian Pimpinan UPI terdiri Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., MA., Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sarana Prasarana dan Sumber Daya Manusia Prof. Dr. H. Adang Suherman, M.A., Wakil Rektor Bidang Riset, Usaha dan Kerja sama Prof. Dr, Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A., dan Sekretaris Universitas Prof. Dr. H. Memen Kustiawan, SE., M.Si., M.H., Ak., CA., CPA., serta Pimpinan Fakultas, juga sivitas akademika FK UPI.    (dodiangga)

Facebook
Twitter
WhatsApp