UPI Gelar Monev dan Tindak Lanjut IKU Tahun 2023

Sejumlah pimpinan yang berasal dari para Dekan Fakultas, para Direktur Kampus Daerah, dan para Ketua Program Studi S1 dan D4/D3/D2/D1 terlihat hadir mengikuti kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut IKU Tahun 2023 di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Auditorium FPEB Lt. 6 Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Kota Bandung, Kamis (27/6/2024).

Menurut Wakil Rektor UPI Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., dalam sebuah wawancara menjelaskan bahwa hari ini UPI melakukan evaluasi terhadap capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Dikatakannya,”UPI menghadirkan narasumber yang bertanggungjawab menangani IKU 6. Kita berharap bahwa dari evaluasi ini kita bisa menemukan kelemahan-kelemahan kita seperti apa, karena dimana banyak perguruan tinggi lainnya mendapatkan capaian IKU-nya lebih tinggi dari UPI saat ini. Diharapkan juga kita bisa melakukan langkah-langkah terbaik agar IKU UPI bisa menjadi lebih baik lagi.”

Berdasarkan hasil analisis, ujarnya lagi, kita diharapkan mampu menambah jumlah Perjanjian Kerja Sama dengan lebih masif lagi, baik itu dengan perguruan tinggi, perusahaan, ataupun pemerintah kabupaten/kota. Kegiatan hari ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali para pimpinan fakultas dan prodi untuk meningkatkan capaian IKU.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Bidang Kerja sama dan Humas, Sesditjen Dikti, Yayat Hendayana, S.S., M.Si., mengungkapkan bahwa Universitas Pendidikan Indonesia hari ini, bisa membuktikan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum atau PTN-BH eks IKIP atau yang berkategori LPTK yang mampu bersaing dengan PTN-BH non LPTK.

“UPI bisa masuk dalam peringkat 10 besar dan mengalahkan PTN-BH lainnya karena adanya koordinasi, sinergi, dan kerja sama yang baik antara pimpinan di universitas dengan pimpinan di fakultas dan prodi. Jadi, esensi dari kerja sama itu adalah kemitraan dan bersinergi. Ini adalah salah satu bukti bahwa UPI memang telah bekerja keras untuk bisa mendapatkan skor IKU 6 di angka 88% di tahun ini melampaui gold standard yaitu 70%,” ungkapnya.

Pekerjaan rumahnya adalah harus bisa mempertahankan presentase 88% tersebut dengan melakukan dan melanjutkan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS)/MoA di tahun 2024. Dikatakannya,”Kami mendorong melalui prodi-prodi yang ada di UPI agar bisa melanjutkan PKS baik di dalam maupun luar negeri. PKS yang sudah dibuat dan sudah diinput di tahun 2023 kemarin.”

Diharapkan, lanjutnya, dengan perolehan tersebut UPI sebagai PTNBH menengah memiliki pengelolaan PKS yang bagus, artinya pimpinan di universitas dengan pimpinan di fakultas dan prodi bisa memiliki pemahaman yang sama dengan Dikti. Panduannya tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 3/M/2021 dan Nomor 210/M/2023.

Hal serupa disampaikan oleh Firman Hidayat, S.S., M.Si., sebagai Subkoordinator Kerja Sama Sesditjen Dikti. Dikatakannya bahwa untuk pencapaian IKU 6 tentang adanya program studi yang bekerjasama dengan mitra kelas dunia, capaian UPI sudah bagus, baik dari segi pengelolaan, perencanaan, maupun pencapaian, demikian pula dengan trennya yang menunjukkan hasil yang bagus, selalu mengalami peningkatan walaupun tahun lalu ada perubahan juknis penghitungan untuk IKU 6. Walaupun demikian, UPI masih bisa melakukan pencapaian IKU 6 sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Kementerian yaitu 70%, sementara UPI meraih capaian 88%.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana UPI dapat mempertahankan capaian IKU 6 ini di angka 88% dan bagaimana meningkatkannya, karena untuk mempertahankan lebih sulit dibandingkan untuk mencapainya,” ujarnya.

Berdasarkan catatan kami, lanjutnya, kerja sama-kerja sama UPI sebarannya cukup baik, baik PKS dalam maupun luar negeri. Kami dorong UPI untuk meningkatkan kuantitas PKS-nya maupun kualitas mitranya. Terutama dengan mitra-mitra yang memiliki bobot tinggi, mitra-mitra internasional baik di dunia industri maupun perguruan tinggi QS 200. Ditegaskannya, “Kami optimis UPI mampu untuk mempertahankan capaian IKU 6 2023 dan meningkatkan nilai capaian yang telah diraihnya.”    (dodiangga)

Facebook
Twitter
WhatsApp

Berita lainnya