Cegah Perilaku Bullying di Kalangan Siswa SD, Prodi Psikologi FIP UPI Mengadakan Training of Trainer pada Guru – Guru SD di Kabupaten Sukabumi Mengenai Keterampilan Asertif

Pada tanggal 21 Juni dan 3 Juli 2024, secara daring dan luring, sebanyak 45 guru SD dari berbagai kecamatan di Sukabumi mengikuti Training of  Trainer (TOT) mengenai keterampilan Asertif sebagai Upaya pencegahan perilaku bullying di kalangan anak SD yang dilaksanakan oleh Tim Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. Pelatihan tersebut dilaksanakan di SMPN 1 Cisolok, Sukabumi.

Peningkatan jumlah laporan bullying atau perundungan terhadap anak merupakan isu yang sangat serius bagi Program Studi Psikologi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal ini sesuai dengan salah satu misi program studi tersebut, yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan anak-anak merupakan bagian integral dari kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.  Salah satu indikator kesejahteraan anak dapat diukur sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Undang-undang ini menegaskan bahwa setiap anak, termasuk anak usia dini, memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Hak ini harus dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, dan negara.

Perilaku agresif di kalangan anak, termasuk kekerasan dan bullying, memiliki kaitan yang kuat dengan risiko meningkatnya gangguan psikis sepanjang hidup, fungsi sosial yang buruk, dan hambatan dalam proses pendidikan anak. Oleh karena itu, penanganan dan pencegahan bullying terhadap anak menjadi sangat penting dalam konteks pendidikan psikologi di UPI, sejalan dengan tujuan mereka untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan anak-anak.

Salah satu program yang ditawarkan untuk melawan perilaku bullying di kalangan anak adalah dengan memberikan bekal mengenai pentingnya menerapkan perilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari.  Perilaku asertif merupakan pilihan komunikasi yang membantu seseorang  dalam mempertahankan kedudukannya tanpa menyalahkan atau memperlakukan orang lain sebagai musuh. Perilaku asertif ini menghasilkan perilaku langsung yang positif, sopan, dan berorientasi pada tujuan, yang memaksimalkan kekuatan dan efisiensi interaksi sosial.

Ketua Prodi Psikologi UPI, Dr. Sri Maslihah, M. Psi., Psikolog menyatakan bahwa kasus bullying di sekolah merupakan fenomena gunung es; hanya sebagian kecil yang terlihat di permukaan, sementara sisanya bersembunyi di baik ketakutan dan keraguan para korban yang melapor.

Untuk meminimalisir dan menanggulangi efek negatif dari kesulitan dalam menunjukkan perilaku asertif, Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia bermaksud memberikan pembekalan kepada guru-guru untuk melatih anak-anak didiknya dalam mengembangkan perilaku asertif yang tepat sebagai upaya penguatan mental dan emosional bagi siswa dalam melawan perilaku bullying di sekolah. Dengan melatih anak mengembangkan perilaku asertif, anak dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang perasaan mereka sendiri maupun perasaan orang lain. Anak juga akan mampu mengenali perilaku mereka dan memahami dampak dari kata-kata dan tindakan yang mereka pilih untuk menyampaikan emosi terhadap orang lain. (Anastasia Wulandari)

Facebook
Twitter
WhatsApp

Berita lainnya