Kementerian PUPR Serukan Membangun Masa Depan Rendah Karbon melalui International Symposium and Workshop on SBCC 2024

International Symposium and Workshop ini membahas tentang Sustainable Buildings, Cities, and Communities. Jika berbicara tentang sustainability, maka yang berperan adalah Pemerintah Daerah, dimana mereka bisa berhubungan langsung dengan masyarakat. Semetara itu, Pemerintah Pusat memberikan support kepada mereka dengan mempertimbangankan kunci keberlanjutannya.

“Seperti kita ketahui bahwa konstruksi dan pengoperasian gedung merupakan bagian terbesar dari konsumsi energi dan emisi karbon secara global. Oleh karena itu, kita harus menguasai dan memahami kunci keberlanjutannya, yang pertama adalah building material-nya itu sendiri, dalam hal ini local content, semakin banyak material yang dipakai maka akan berdampak pada perputaran ekonomi. Di samping itu, yang kedua adalah dalam penggunaan materialnya, harus rendah emisi supaya tidak berdampak pada lingkungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Bapak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., dalam pernyataanya menegaskan jika dirinya sangat yakin, bahwa melalui International Symposium and Workshop on Sustainable Buildings, Cities, and Communities 2024 kita semua dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan penyediaan rumah yang berkualitas dan layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Edward Abdurrahman, M.Sc., di sela-sela kegiatan International Symposium and Workshop on Sustainable Buildings, Cities, and Communities (SBCC) 2024. Kegiatan berlangsung di Jasmine Junior Ballroom Pullman Bandung Grand Central Jl. Diponegoro no. 27, Kota Bandung, Rabu (28/2/2024).

Sementara itu, Ir. Edward Abdurrahman dalam kesempatan tersebut berbicara tentang Building Low Carbon Future: Decarbonizing with Impact atau Membangun Masa Depan Rendah Karbon: Dekarbonisasi yang Berdampak. Diungkapkannya,”Bahwa sebanyak 70% rumah tangga akan menempati perumahan yang layak, baik melalui intervensi langsung, maupun intervensi pemerintah tidak langsung pada tahun 2024.”

Berdasarkan kebijakan dari Pemerintah, lanjut Edward, akan meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan yang layak melalui kerjasama penyediaan perumahan yang layak. Sementara itu objektifnya adalah meningkatkan pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak khususnya bagi masyarakat berpendapatan rendah.

Adapun kebijakan dan strategi perumahan nasional 2020-2024 adalah mengoptimalkan penyediaan perumahan yang memadai dengan mempertahankan program satu juta rumah. Lebih dari itu, Pemerintah menyediakan sistem regulasi yang harmonis, optimalisasi penggunaan teknologi, meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan memperkuat program sejuta perumahan. Pemerintah akan mempercepat penyediaan perumahan yang memadai melalui skema penyediaan yang inovatif. (dodiangga/foto:riza)

Facebook
Twitter
WhatsApp